Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
HOME
Home » Psikosomatik » Psikosomatik Menyebabkan Penyakit Fisik Bertambah Banyak

Psikosomatik Menyebabkan Penyakit Fisik Bertambah Banyak

Posted at December 12th, 2016 | Categorised in Psikosomatik

Betulkah psikosomatik dapat menyebabkan penyakit fisik bertambah banyak? Betul sekali, saya juga baru mengetahuinya saat merawat ayah saya penderita psikosomatik.

Sejak menderita asma beberapa waktu yang lalu, saya baru tahu bahwa sebelum2nya ayah saya dengan sembunyi2 mengajak Ojek langganan ke UGD hanya untuk nebulizer (tanpa sepengetahuan saya dan suami). Dalam pikirannya, jika asma menyerang, nebulizer adalah cara pengobatan yang ampuh.

Lalu ayah saya mendadak harus ke Banyuwangi, untuk mengunjungi Bu De yang sakit tulang belakangnya karena jatuh, kedengarannya agak serius keadaan Bu De. Setelah 2 hari di Banyuwangi, ayah saya tinggal di Surabaya di rumah adik saya. Ternyata ayah merasa asmanya kambuh, lalu minta diantar ke UGD untuk nebulizer, padahal dokter UGD memeriksa paru-paru ayah dengan stetoskop, hasilnya bersih tidak ada asma (tidak ada wheezing). Seharusnya tidak ada gunanya diuap, namun dalam pikiran ayahku yang psikosomatik, biasanya dia akan sembuh jika di-nebulizer.

beli alat ini agar tidak ke ugd terus jika asmaSeperti anak kecil merengek minta dibelikan permen, akhirnya dituruti saja nebulizer untuk yang kesekian kalinya di UGD Surabaya, bahkan beberapa hari kemudian kakak saya membelikan alat Nebulizer merk Philip, supaya ayah tidak merengek lagi minta ke UGD melulu. Dan anehnya sejak memiliki Nebulizer, asmanya sembuh. Wkwkwk entah karena memang waktunya sembuh asmanya atau karena merasa tenang tidak perlu ke UGD lagi hehehe. Karena obat asma juga selalu diminum, hanya saja ayah tidak sabaran, ingin sembuh dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Setiap kali merasa kurang sehat, ayah selalu mengeluh tidak bisa tidur (meskipun sudah mengkonsumsi Alganax). Baik itu sakit asma, batuk, sakit maag, sulit BAB, dll. Dan setiap kali tidak bisa tidur dini hari, selalu memanggil saya, minta diantar ke UGD. Saya bertanya saat ayah mengeluh tidak bisa tidur, apakah ada bagian tubuh yang sakit? Dan ayah menjawab, tidak ada. Hanya saja gelisah tidak bisa tidur.

Dan kali ini kedua kaki ayah bengkak sejak pergi ke Banyuwangi mengunjungi Bu De yang sakit 3 bulan lalu. Lalu sudah periksa ke dokter internis langganan ayah, diberikan resep Uresix (diuretic), Allupurinol 300mg (obat asam urat), dan Aspar-K (berisi Kalium).

Setelah sebulan mengkonsumsi obat diuretik, bengkak di kedua kaki ayah makin parah. Biasanya minum Uresix dua hari langsung kempes kakinya, tapi kali ini malah makin bengkak. Dalam sejarah, ini adalah bengkak terbesar di kedua kaki ayahku, bahkan kali ini scrotum juga bengkak. Akhirnya saya mengantarkan ayah kembali berobat ke dokter Internis. Ternyata selama mengantri ayah saya tidak sabaran, dengan alasan tidak kuat menunggu, ayah minta opname saja di rumah sakit.

Ayah dirawat di Rumah Sakit selama 11 hari opname karena kakinya bengkak. Selama dirawat di RS infusan untuk memasukkan obat menggunakan alat bernama syringe pump untuk memasukkan obat lasix (ini adalah obat diuretic) ke tubuh ayahku. Lama sekali prosesnya 11 hari baru kelihatan kempes kakinya, itupun tidak bisa sekempes seperti saat sebelum sakit.

Jadi Psikosomatik yang diderita ayahku menyebabkan gangguan fisiknya bertambah banyak dan tidak bisa disepelekan akibatnya. Gambaran penyakit2 fisik yang diderita ayahku yang psikosomatik adalah seperti bagan di bawah ini :

Pikiran kuatir/cemas berlebihan (psikosomatik) >>> jantungnya tidak tenang, sehingga sulit tidur (riwayat Cardiomegali dan AF sudah lama) >>> jika jantung terganggu, maka kakinya bengkak >>> Cairan dikeluarkan dengan Obat Diuretik >>> Terlalu lama minum obat diuretic menyebabkan Asam Urat TINGGI >>> hal ini mengakibatkan Ginjal terganggu.

Penyakit fisik ayah bertambah banyak dibanding sebelumnya akibat psikosomatik, yaitu :

1. Fungsi ginjal jadi terganggu, paling parah-parahnya kemarin menunjukkan :
BUN = 64 (normalnya BUN 8 – 23)
Kreatinin = 3,4 (normalnya kreatinin 0,8 – 1,3)
2. Asam Urat tinggi, mencapai 8,9 akibat terlalu lama mengkonsumsi diuretik (normalnya asam urat 3,5 – 7,2)
3. Pompa jantung semakin lemah kekuatan memompanya (ditunjukkan dari hasil Eco Cardiografi)

Ternyata penyakit ada bermacam-macam di dunia ini. Bahkan seumur hidup saya, mengetahui tentang psikosomatik baru pertama kali ini saja kasus ayahku. Jika saya berkomunikasi dengan ayah, sepertinya dia tidak sedang sakit apa-apa, hanya tidak sabaran, apalagi jika ada orang yang bisa ayah suruh mengantarkannya ke UGD, tanpa sepengetahuan saya pun ayah pasti segera pergi ke UGD sesering mungkin. Ayah merasa tenang jika segera ditangani di Rumah Sakit atau ditangani oleh dokter ahli. Ayahku merasa senang sekali jika dirawat oleh banyak dokter, makin banyak dokter makin baik. Ya karena pikirannya cemas berlebihan terhadap penyakit yang dideritanya.

Cara menyembuhkan psikosomatik secara sederhana yaitu penderita harus aktif melakukan banyak kegiatan (tidak boleh nganggur), bersosialisasi dengan banyak orang agar bisa bersyukur akan keadaannya dan bisa menerima diri apa adanya, lalu yang terakhir dan paling penting adalah banyak berdoa serta berpasrah kepada Tuhan pemilik kehidupan. Tapi tidak mudah lho penyembuhannya, mungkin perlu proses dan waktu kali yaaa…

Hanya bisa mendoakan ayahku saja, semoga imannya semakin kuat kepada Tuhan, sehingga Psikosomatik yang dideritanya tidak menyebabkan penyakit fisiknya bertambah banyak. Get well soon, keep calm and always be happy my Dad, GBU.