Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
HOME
Home » Psikosomatik » Apakah Penyakit Psikosomatik / Psikosomatis itu?

Apakah Penyakit Psikosomatik / Psikosomatis itu?

Posted at June 15th, 2016 | Categorised in Psikosomatik

Penyakit Psikosomatik / Psikosomatis

Penyakit Psikosomatik / Psikosomatis secara mudah dipahami merupakan penyakit yang timbul akibat stress, kuatir dan cemas berlebihan. Tidak semua orang yang stress akan mengalami psikosomatik, namun jika dibalik, adalah benar bahwa semua penderita psikosomatik mengalami stress akibat kuatir, cemas atau ketakutan berlebihan.

Jika dilihat dari asal katanya, Psikosomatik terdiri dari dua kata, yaitu pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Psikosomatik adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, yaitu pikiran kuatir atau cemas akan mempengaruhi tubuhnya hingga penyakit muncul atau diperparah. Dengan kata lain, istilah gangguan psikosomatik digunakan untuk menyatakan penyakit fisik yang disebabkan atau diperparah oleh faktor mental, seperti stress, kuatir atau cemas.

Karena kekuatiran yang berlebihan ini, memyebabkan tubuh seseorang mengalami gejala sakit tubuhnya, misalnya kelumpuhan, tensi naik hingga 200/120, kaku tangan dan mulut seperti kejang, pingsan bahkan koma.

Gejala Psikosomatik / Psikosomatis

Tampaknya gejala psikosomatik bisa muncul dalam berbagai keluhan yang berbeda, sesuai keadaan tubuh masing-masing penderita. Gejala fisik yang dikeluhkan pasien, disebabkan oleh meningkatnya aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh.

Gejala psikosomatik adalah gejala yang dialami pasien dengan keluhan fisik yang sangat banyak dan sering berganti-ganti setiap minggunya, tapi hampir tidak pernah ditemukan kelainan fisik yang mendasari keluhannya. Begitu juga dengan hasil tes penunjang seperti laboratorium (pemeriksaan darah), radiologi (rontgen, CT-Scan atau MRI) atau bahkan sampai endoskopi, tidak ditemukan kelainan pada pasien.

Pasien merasa bahwa dokternya tidak mampu mengobati dirinya. Selanjutnya pasien akan mencari dokter lain untuk mencoba mengobati ‘penyakitnya’ ini. Tidak heran penderita psikosomatik biasanya memiliki rekam medik yang sangat tebal dan mempunyai beberapa dokter sekaligus.

Gejala atau Keluhan fisik yang sering dialami penderita psikosomatik adalah :

– sering mengalami rasa seperti kesetrum dan perasaan tidak enak yang tiba-tiba seperti lemas.
– Denyut jantung menjadi cepat
– Jantung berdebar-debar (palpitasi)
– Gemetaran
– Sesak napas
– Sakit kepala
– Sakit perut
– Nyeri otot dan nyeri punggung
kaku tangan karena psikosomatikHisteria >>> Kaku jari kedua tangannya menguncup, dalam bentuk yang khas (ada di foto), dan juga kaku pada mulutnya jika sudah parah hingga susah memasukkan makanan ke mulutnya, bahkan pingsan. Kaku pada tangan penderita psikosomatik bisa juga dalam keadaan mengepal.
– Susah tidur >>> tidak semua orang yang susah tidur pasti menderita psikosomatik, namun sebagian besar penderita psikosomatik mengalami susah tidur.

Gejala Psikosomatik ditandai dengan adanya suatu keluhan fisik yang berulang yang disertai dengan permintaan pemeriksaan medis, meskipun sudah berkali-kali dilakukan dan hasilnya normal. Sekalipun ada gangguan fisik, maka gangguan tersebut berbeda atau tidak dapat menjelaskan keluhan yang dikemukakan pasien.
Lebih tepatnya gangguan psikomatik adalah gangguan fisik yang diakibatkan masalah-masalah kejiwaan.

CONTOH-CONTOH ORANG YANG MENGALAMI PSIKOSOMATIK/PSIKOSOMATIS

Bahasa awam hysteria yang sering kita dengar adalah histeris. Pernahkah Anda mendengar atau melihat infotainment dimana fans yang begitu fanatic terhadap artis/penyanyi idolanya, berteriak-teriak histeris ketika show/konser berlangsung? Bahkan banyak penonton pingsan karena menonton pertunjukkan idolanya. Ini adalah contoh hysteria. Akibat semangat/suka cita yang berlebihan, seseorang tidak dapat mengontrol dirinya hingga pingsan. Histeria adalah salah satu contoh psikosomatik.

Contoh lain hysteria adalah : seorang pria yang besok akan menikah, namun pria ini kuatir berlebihan, namanya menikah pastinya ada banyak hal yang harus dipikirkan dan direncanakan, dan pastinya ada banyak hal yang membuat orang ini kuatir acara pernikahan berlangsung kurang sempurna. Akhirnya pria ini mengalami hysteria, tangannya kaku hingga sulit digerakkan bahkan pingsan. Ketika sampai UGD keluarga yang mengantar berteriak panic, Dokter tolong Dok …
Kebetulan suami saya yang menangani pasien laki-laki ini di UGD. Melihat ciri khas bentuk jari tangan yang kaku menguncup dan juga keluarga pasien memberi tahu bahwa besok pasien ini akan menikah, maka diagnosa sudah jelas pasien ini mengalami hysteria akibat kuatir/cemas berlebihan menjelang hari pernikahannya.

Contoh lain psikosomatik/psikosomatis adalah saat sahabat saya secara mendadak di suatu pagi, anak sulungnya yang baru berusia 7 tahun tiba-tiba berteriak sakit kepala, keluar sedikit darah di hidung, dan segera dilarikan ke UGD, ternyata anak ini meninggal 2 jam kemudian. Seakan tak percaya dengan kejadian yang dialaminya, sahabat saya ini juga mengalami hysteria, yaitu jari tangannya kaku.

Awalnya saya pikir tangannya kaku karena suhu pagi itu masih dingin, sementara terburu-buru membawa anaknya ke UGD teman saya nggak sempat ganti pakaian hingga mengenakan baby doll (baju tidur) saja. Pikir saya mungkin kedinginan, jadi saya berikan jaket dan juga baskom berisi air hangat untuk merendam tangannya yang kaku. Namun hingga seharian itu, sahabat saya yang sangat sangat berduka atas kepergian anaknya yang bergitu mendadak tanpa sakit apapun, stress menangis tiada henti, bahkan malamnya tidak bisa tidur, dan tangan masih kaku juga. Suami saya langsung mengatakan itu hysteria, segera berikan obat penenang.

Penyakit Fisik yang timbul akibat Psikosomatik/Psikosomatis

Penyakit fisik yang timbul akibat psikosomatik / psikosomatis adalah : Hipertensi atau tekanan darah tinggi, radang perut, penyakit jantung, Kelumpuhan, psoriasis, eksim, sakit pinggang bagian bawah, Irritable Bowel Syndrome atau IBS (gangguan umum atau iritasi pada usus besar (kolon) yang sering menyebabkan kram, nyeri perut, kembung, gas, diare dan sembelit), sesak napas, pingsan hingga koma.

Tidak semua penderita akan mengalami semua penyakit tersebut, misalnya papa saya psikosomatiknya menyebabkan dia mengalami kelumpuhan, hypertensi, gangguan jantung, asma, dan sembelit.

Penyebab Psikosomatik / Psikosomatis

Sampai saat ini, sulit untuk dijelaskan bagaimana persisnya pikiran bisa menyebabkan gejala lainnya dan memengaruhi penyakit fisik yang sebenarnya (seperti penyakit jantung, tekanan darah naik, dll) karena belum diketahui dengan jelas. Atau bisa jadi karena impuls saraf yang arahnya menuju bagian-bagian tubuh, atau otak yang diduga dapat memengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh. Tapi ini semua masih belum dipahami benar.

Adapun penyebab lain yang bisa memperparah psikosomatik adalah :

– Kurang beriman >>> tidak mempercayai adanya Tuhan sehingga kekuatiran dalam dirinya sangat berlebihan, tidak berpasrah kepada Tuhan
– Kuatir berlebihan, takut mengalami sakit, stress berlebihan, takut mati, dll.

Cara Mengatasi Psikosomatik

– Memiliki iman yang kuat, berpasrah dan bersandar kepada Tuhan sang pemilik kehidupan
– Dapat diatasi atau diringankan dengan psikoterapi, mengonsumsi antidepresan atau obat penghilang rasa sakit non-narkotika, latihan relaksasi, teknik distraksi atau pengalihan, akupunktur, hipnosis, transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), dan fisioterapi.
– Terapi ke Psikiater bagian Psikosomatik
– Meditasi