HOME
Home » Pengalaman Pribadi » Anak-Anak dan Keindahannya » Orang Beruntung, Melebihi Orang yang Pandai – My First Daughter is a Lucky Girl

Orang Beruntung, Melebihi Orang yang Pandai – My First Daughter is a Lucky Girl

Posted at November 17th, 2016 | Categorised in Pengalaman Pribadi, Anak-Anak dan Keindahannya

orang beruntung melebihi orang pandaiAda sebuah perkataan seperti ini :

“Orang yang beruntung (hokky/lucky), melebihi orang yang pandai”

Membaca kalimat tersebut jadi teringat cerita dalam Donald Bebek series, terdapat tokoh bernama si Untung (dalam bahasa Jawa, Untung = beruntung). Seberapa besarnya usaha keras Donald untuk mencapai suatu tujuan (terutama dalam hal memperebutkan cintanya Deasy Bebek wkwkwk), Donald selalu dikalahkan oleh si Untung yang selalu beruntung. Sungguh cerita yang sangat menggelikan.

Dan percaya atau tidak, saya mempunyai putri sulung yang selalu beruntung dalam hidupnya. Dimulai sejak dalam kandungan, hingga saat ini lho. Saat itu usia kehamilan menginjak bulan ke-4 atau ke-5, tiba-tiba saya menggigil kedinginan, dan badan menjadi sangat lemas. Siangnya saya ingat betul makan lumpia goreng yang masih panas. Dugaan sementara saat itu, infeksi tenggorokan karena makan gorengan yang masih panas. Tapi kondisi hamil suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius, dan saya merasa sangat lemas tak bertenaga.

Akhirnya berkat bantuan seorang teman, saya diantar ke Rumah Sakit tempat suami saya bekerja, dan saya harus opname selama satu minggu. Suami saya sempat menanyakan kepada dokter spesialis kandungan yang merawat saya, apakah tidak masalah dengan bayinya jika saya diberikan infusan antibiotik, obat malaria Fansidar, dan obat-obat lain yang kontraindikasi untuk ibu hamil. Dokternya dengan tenang menjawab tidak masalah karena sudah melewati kehamilan trimester pertama.

Kami hanya bisa berdoa dan pasrah dengan keadaan bayi anak pertama kami, karena suami saya membaca buku kedokteran bahwa obat-obat yang diberikan kepada saya selama opname di rumah sakit, adalah kontraindikasi (kurang tepat/berbahaya) jika diberikan kepada ibu yang sedang mengandung. Dokter mendiagnosa saya menderita cholecistitis (radang kandung empedu). Setelah seminggu opname, akhirnya saya sembuh dan boleh aktivitas normal kembali.

Dan akhirnya tibalah saat kelahirannya, si sulung yang cantik lahir dengan sehat melalui operasi Caesar, dan saya merasa ini adalah keberuntungan pertama si sulung, lahir dengan selamat meskipun harus ikut berjuang di dalam perut selama opname di Rumah sakit dan diberikan berbagai obat yang kontraindikasi … praise the Lord.

Tumbuh menjadi anak yang sehat dan ceria, bisa berjalan tepat di usianya yang ke-1, dan juga pintar ngomong sejak usia setahun. Pintar membaca sejak usia TK kecil (TK A) = usia 4 tahun.

Masih teringat saat itu si sulung duduk di kelas playgroup B (usia 3 tahun), saat itu ada lomba mewarnai di mall dekat rumah kami. Karena ini adalah pengalaman pertama lomba mewarnai, kami bahkan tidak tahu jika peserta harus membawa meja lipat sendiri. Akhirnya si nenek yang ikut mengantar lomba, segera mampir di gramedia dan membeli meja lipat agar mewarnai lebih nyaman daripada di lantai. Dan sungguh sangat beruntung, saat itu si sulung mendapatkan juara 1, kami benar-benar tidak menyangka karena ini adalah lomba pertamanya. Dan piala juara satu ini merupakan piala pertama si sulung … yang mengawali deretan piala-piala prestasi yang diperolehnya, you are so lucky my daughter … thanks God.

Pernah suatu kali saat si sulung duduk di kelas 9 SMP, sekolah memberinya tugas untuk mengikuti Lomba Story Telling. Harus menyiapkan 2 buah cerita tentang : Study Never Ends dan My Memorable experience. Bingung dia mau bercerita tentang apa, huffff. Menurut saya sebagai ibunya, si sulung sering bingung tentang ide-ide baru. Dan waktunya semakin dekat dengan hari lombanya, akhirnya saya pun memberi masukan ide ceritanya (dalam hati saya, nggak sabar deh kelamaan mikirnya … kapan mau buat ceritanya, lalu kapan translate dalam bahasa inggrisnya, lalu kapan menghafal text nya, lalu kapan latihannya? Saya sering merasa si sulung adalah sosok yang lamban kurang bisa mengatur waktunya, hiks).

Dan dengan persiapan yang mepet, tibalah hari perlombaannya. Oh ya sehari sebelumnya, si sulung sempat konsultasi dengan guru bahasa Inggrisnya, mohon masukan tentang penampilannya bercerita dalam bahasa inggris. Ibu guru memberi komentar, kurang ekspesif. Dan memang saya juga mengakui, si sulung termasuk anak yang tidak banyak ngomong dalam pergaulannya (pendiam), sehingga saya pun merasakan hal yang sama dengan Ibu Gurunya, kurang ekspresif.

Bahkan dalam cerita ke-2 sepertinya persiapan belum matang, baru 70% karena kurangnya waktu untuk berlatih, dan banyaknya tugas-tugas dari sekolah membuat anak saya tidak sempat untuk latihan cerita ke-2 nya. Hiks.

Dan tibalah hari H Strory Telling Competition, jumlah pesertanya 27 orang, akan diambil 5 orang masuk dalam babak final. Selama lomba ini, Ibu Guru Bahasa Inggris ikut mendampingi dan menyaksikan 2 murid perwakilan dari sekolah yang ikut bertanding. Wah peserta lainnya bagus-bagus semua lhooo … banyak yang menggunakan alat peraga juga.

Setelah selesai lomba, saya sempat menanyakan Ibu Guru, bagaimana kemungkinan 2 anak dari sekolah kita ini? Apakah ada kans/kesempatan untuk masuk babak final?

Bu Guru menjawab : kemungkinan si ivy masuk deh … bagus dia tadi penampilannya. Ivy adalah teman anak saya, yang ikut juga dalam lomba story telling. Dan bu guru tidak memberikan komentar apapun tentang penampilan si sulung. Sedih juga ya, hanya bisa berdoa semoga anakku bisa masuk babak final, pasrah hehe.

Dan sungguh mengejutkan, si sulung masuk babak final, wow … you are so lucky Dear … dan si Ivy sesuai dugaan Bu Guru juga masuk babak final. Jadi 2 anak dari sekolahan kami semuanya masuk babak final. Sungguh kami tidak menyangka.

Babak final akan dilaksanakan 2 jam lagi, sementara si sulung belum siap betul dengan cerita ke-2 nya. Akhirnya bersusah payahlah dia menghafal dan berlatih, menggunakan seadanya waktu yang tersisa, saya sebagai ibunya merasa pesimis anak saya bisa menang, hiks karena melihat peserta lain bagus-bagus.

Dan akhirnya babak final tiba, si sulung adalah peserta dengan nomor urut 3 dari total 5 peserta. Peserta pertama si Ivy, teman si sulung. Karena tema cerita ke-2 adalah My Memorable story, maka si Ivy bercerita tentang pengalamannya berlibur ke Singapura. Dia tidak bisa berbahasa inggris saat itu, namun ibunya mengatakan saya beri kamu uang, tapi kamu harus bisa membeli ice cream sendiri, terserah mau berbahasa apa. Ibunya ingin melatih anaknya menjadi pemberani dan mau berlatih bicara bahasa inggris di negeri orang. Ivy membawakan cerita dengan percaya diri, seru dan menarik, nyali saya menjadi ciut menyaksikannya.

Lalu peserta ke-2 tampil, menceritakan tentang liburannya ke Amerika, wow. Dia mengalami peristiwa black-out sehari, peristiwa yang langka terjadi di negara adikuasa Amerika. Karena Amerika adalah negara yang sangat maju dalam hal tehnologi, tapi terjadi lampu mati? Wow … cerita yang menarik.

Tibalah giliran si sulung menyampaikan ceritanya, yang berjudul Liburan ke Bali. Setelah Ivy ke Singapura, peserta ke-2 liburan ke Amerika, dan si sulung hanya ke Bali … hiks local vacation. Namun si sulung sangat percaya diri dan bagus sekali pengucapan bahasa inggris kata per kata nya (good pronounciation). Hati saya dag dig dug derrr selama si sulung membawakan ceritanya. Kok saya yang gemeteran ya malahan, harusnya si sulung yang maju ke panggung yang gemetaran …

Dan selanjutnya peserta ke-4 bercerita sambil menangis-nangis menceritakan dia baru saja kehilangan ayahnya karena sakit, menurut saya kurang menarik, karena ingin memancing emosi penonton saja (maaf ya, ini pendapat pribadi hehe).

Selanjutnya peserta ke-5 adalah peserta yang menjadi juara 1 dalam lomba story telling tahun lalu. Dia bercerita dengan sangat percaya diri, cerita yang sangat lucu dan menarik tentang kejadian di kelasnya bersama teman-teman. Dia membawakan ceritanya dengan tenang, penuh percaya diri, body languange sangat bagus, pronounciation sangat bagus, sehingga ceritanya begitu hidup dan mudah dimengerti. Bahkan Ibu Guru bahasa Inggris anak saya mengatakan, peserta ke-5 adalah langganan juara Story Tellling, wow pantesan aja … bangus banget!

Dan puncak acara, tibalah saat pengumunan juaranya. Juara pertama dimenangkan oleh peserta no. 2 yang berlibur ke Amerika. Sangat mengejutkan si sulung mendapatkan juara ke-2, sementara temannya si Ivy di posisi ke-4 sebagai juara harapan 1. Dan peserta ke-5 yang langganan juara story telling menjadi juara ke-3, wow … amazing, you are so lucky Dear … bagaimana bisa? entahlah, saya hanya bisa bersyukur untuk kemenangan si sulung yang tak terduga.

Dan masih banyak lagi lucky moments yang dialami oleh my first daughters … Nantikan kisah selanjutnya yaaa … and I want to thank God for the abundantly blessings in my daughter’s life. We are nothing without You …