Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
HOME
Home » Pengalaman Pribadi » Mengapa Saya Belum Bisa Menemukan Passion Saya? Kisah Hidupku …

Mengapa Saya Belum Bisa Menemukan Passion Saya? Kisah Hidupku …

Posted at May 3rd, 2016 | Categorised in Pengalaman Pribadi

passion adalahMengapa saya belum bisa menemukan passion saya? Passion … passion … passion … sangat sedih saya ketika merenungkan kata passion ini. Saya merasa sejauh ini sudah menjalani hidup tanpa mengetahui apa sebenarnya yang menjadi passion saya. Bingung sebenarnya pekerjaan apa yang sesuai dengan passion saya …

Apakah Anda adalah orang seperti saya yang bingung merasa tidak mempunyai passion, tidak mempunyai hobby yang jelas, tidak tahu pekerjaan apa yang disukai, dan sedang mencari-cari pekerjaan apa yang menjadi panggilan jiwaku … jangan kuatir untuk teman-teman yang galau dalam pencarian dimanakah passionku, ada banyak orang yang mengalaminya, seperti saya juga hehe…

Perjalanan Panjang Menemukan Passion saya, dimulai saat saya merenungkan, mengapa saya belum bisa menemukan passion saya? Dan refleksi diri ini seperti saya sedang memutar video tentang “kisah hidupku” …

Sejak kecil saya menjalani hidup dengan sesuka hati, orang tua sibuk bekerja sehingga anak-anaknya dibiarkan bermain dengan pengawasan pembantu. Asal anaknya selalu sehat, sudah mandi dan makan teratur, cukuplah buat papa mama saya. Orang tua juga tidak pernah menuntut anak-anaknya dengan target, belajar hanya nasehat, ayo belajar daripada main terus, tapi tidak wajib dilakukan … mungkin juga anak-anaknya yang bandel ngga suka belajar hehehe.

Beruntung saya dan saudara semuanya lulus SD tanpa harus ketinggalan kelas, dan beruntung nilai studi saya selama SD nggak jelek-jelek amat, selalu dapat juara 1, 2, atau 3 meskipun tidak pernah belajar (mungkin hanya kebetulan saja).

Ada seorang guru yang datang ke rumah satu minggu 2-3 kali untuk memberikan kami les pelajaran (sekitar 6-7 anak yang les – saya dan teman-teman). Bisa dikatakan saya belajar hanya pada saat les itu saja. Ini saya ceritakan bukan sebagai kesombongan bahwa saya pintar, tapi hal ini mungkin menjadi salah satu penyebab saya tidak bisa menemukan pekerjaan yang sesuai passion saya.

Intinya adalah, saya bisa mendapatkan juara kelas di SD tanpa ada usaha keras (belajar).

Memori yang saya ingat sampai saat ini, waktu selama SD hanya habis untuk bermain-main. Bersepeda kesana kemari mendatangi rumah teman-teman saya satu per satu, sepulang sekolah segera makan siang lalu pergi bermain ke rumah teman. Sore baru pulang waktunya mandi dan papa mama sudah pulang ke rumah. Begitu seterusnya aktivitas saya semasa SD.

Lalu masa SMP saya lalui dengan kos bersama kakak saya di kota Banyuwangi, kira-kira perjalanan satu jam dari rumah dengan bis/mobil. Selama SMP tidak pernah les pelajaran, belajar juga sesempatnya, sisanya untuk bersantai.

Yang di rumah ada orangtua saja nggak pernah tekun belajar, apalagi ngekos tanpa pengawasan orangtua hehe … bisa dibayangkan santainya hidup. Orangtua nggak pernah menuntut juga tentang nilai, yang penting naik kelas aja. Eh nggak terasa masa SMP sangat cepat berlalu. Nilai selama SMP sangat bagus, juara 1 terus … hahaha mungkin juga hanya kebetulan …

Selanjutnya SMA saya ngekos juga di Surabaya. Nah kalo SMA ini terpaksa ngotot belajar karena takut nggak naik kelas hahaha … murid dari desa pindah ke kota besar, harus bersaing dengan anak-anak kota yang les pelajaran ini itu, sementara saya nggak pernah les, terpaksa belajar sendiri seadanya. Syukurlah nilai nggak jelek-jelek amat rangking 6 atau 7 di kelas, lumayanlah hehe.

Kuliah diploma jurusan sekretaris di salah satu universitas swasta terbaik di Surabaya, nilai lumayanlah kira-kira no. 2 peringkatnya di kelas, hehe kebetulan aja kali yeee …

Akhirnya saya coba melamar pekerjaan di sebuah perusahaan cat di Surabaya Barat. Awal mula bekerja diterima sebagai staf administrasi, tugas saya adalah membuat faktur pajak untuk para customer.

Sejak sekolah saya tidak pernah menyentuh yang namanya computer ataupun laptop. Jaman itu belum lahir yang namanya Android. Aduh stress banget rasanya bekerja … salah-salah mulu padahal Cuma input data lalu ngeprint faktur pajak. Soalnya saya sama sekali nggak tahu ilmu computer, bahkan menyalakan computer saja saya belum pernah, di rumah juga nggak punya computer. Selama sekolah nggak pernah bersentuhan dengan computer. Pokoknya sehari bisa salah berlembar-lembar faktur pajaknya, stress abis pengen berhenti aja rasanya, apakah bekerja disini adalah passion saya?

Di perusahaan yang sama saya sempat pindah-pindah bagian, dan akhirnya terakhir di bagian marketing sebagai customer relationship.

Setelah menikah, saat saya hamil 6 bulan ternyata sempat masuk Rumah Sakit, terpaksa saya berhenti bekerja karena kondisi fisik selama hamil kurang baik, dan suami juga sangat kuatir, akhirnya berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Apakah ini passion saya?

Selama 7 tahun bekerja di kantor, lalu harus tinggal di rumah sebagai Ibu Rumah tangga yang merawat bayi, rasanya stress minta ampun … saat pengen istirahat aja ngga bisa nyaman karena bayi pasti bangun beberapa kali untuk minta susu. Aduh biasanya di kantor rame banyak teman sekarang harus di rumah sendiri (bersama bayi) saat suami bekerja, rasanya boringggg … bin bosan bin stress deh pokoknya.

passion adalahTapi waktu berlalu begitu cepat, sampai saat ini sudah 14 tahun saya menyandang gelar Ibu Rumah Tangga. Walaupun di awal-awal memiliki anak pertama, sepertinya lelah dan membosankan, lalu lahir juga anak kedua, ternyata lebih santai menjalaninya. Dan nggak terasa sudah 14 tahun saya tidak lagi ke kantor.

Saat anak-anak masih kecil, saya tidak punya waktu merenung apa yang menjadi passion saya. Setiap hari super sibuk dan sibuk mengurusi anak-anak, merawat mereka, mengajari mereka membaca, berhitung dan pelajaran sekolah lainnya, juga mengantar jemput sekolah anak-anak hingga hari ini.

Tapi sekarang mereka sudah besar dan mandiri, saya baru memiliki waktu merenungkan, sebenarnya apa yang menjadi passion saya, dan mengapa saya belum bisa menemukan passion saya.

Akhirnya saya tahu sekarang, apa saja yang menjadi penyebab mengapa saya belum bisa menemukan passion saya. Yuk simak terus yaaa … semoga perjalanan panjang saya menemukan passion ini, dapat bermanfaat untuk Anda yang belum menemukan passion, tetap semangat yaaa …