HOME
Home » Pengalaman Pribadi » KPR - Kredit Pemilikan Rumah » Mengapa Pengajuan KPR saya ditolak? Dan Bagaimana Caranya agar Permohonan KPR disetujui oleh Bank?

Mengapa Pengajuan KPR saya ditolak? Dan Bagaimana Caranya agar Permohonan KPR disetujui oleh Bank?

Posted at January 14th, 2017 | Categorised in Pengalaman Pribadi, KPR - Kredit Pemilikan Rumah

Mengapa Pengajuan KPR saya ditolak? Dan Bagaimana Caranya agar Permohonan KPR disetujui oleh Bank? Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita perlu mengerti apa yang dimaksud dengan KPR, bagaimana persyaratannya, dan apa yang diinginkan pihak Bank dari program KPR ini.

Mengapa Pengajuan KPR saya ditolak? Dan Bagaimana Caranya agar Permohonan KPR disetujui oleh Bank?KPR singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah. KPR merupakan salah satu fitur kredit yang paling laris, yang dikeluarkan oleh Bank kepada nasabah yang ingin memiliki rumah tapi uangnya belum cukup untuk membeli rumah secara cash. Nasabah hanya cukup memiliki uang sebesar DP rumah yang akan dibeli saja. Program KPR memiliki Tenor maksimal hingga 20 tahun, bahkan ada beberapa bank tertentu bisa memberikan tenor hingga 25 tahun.

Apa yang diinginkan oleh Bank dengan menyetujui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada nasabahnya?

1. Bank mendapatkan keuntungan sebesar bunga yang telah diberitahukan di awal akad kredit. Bunga bank biasanya fix hanya beberapa tahun di awal saja, selanjutnya bunga berlaku floating (mengikuti bunga pasaran).

2. Bank lebih menginginkan pembayaran nasabah lancar hingga lunas, daripada nasabah yang tidak membayar angsuran lantas merelakan rumahnya disita oleh bank.

3. Bank ingin menjadi partner terbaik bagi nasabah yang jujur, agar terjadi win-win solution bagi kedua belah pihak. Nasabah merasa untung karena ada pihak bank yang mau meminjamkan dana untuk membeli rumah, demikian juga bank akan merasa untung dengan mendapatkan bunga jika nasabah membayar angsuran dengan teratur dan tepat waktu.

Apa saja syarat-syarat mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah)?

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh nasabah dan diserahkan ke bank adalah :

1. KTP suami isteri
2. Kartu Keluarga
3. Sertifikat Rumah yang ingin dibeli
4. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
5. SPT Tahunan
6. Surat Ijin Usaha / Surat Ijin Praktek untuk profesi
7. Bukti-bukti penghasilan
8. Rekening Tabungan minimal 3 bulan terakhir
9. IMB Rumah yang akan dibeli
10. PBB tahun terakhir
11. Data-data lainnya (beberapa bank meminta data lebih lengkap dari no. 1-10 diatas)

Jika semua persyaratan yang diminta oleh bank telah diserahkan, kita tinggal menunggu 2 hal : appraisal rumah (team survey akan mendatangi rumah kita untuk foto-foto dan juga menghitung luas serta harga pasaran rumah yang akan kita beli) dan menunggu pemberitahuan dari bank pengajuan KPR kita disetujui/tidak.

Untuk beberapa nasabah, pengajuan KPR nya ditolak oleh bank, karena dianggap kurang memenuhi syarat.

Mengapa Pengajuan KPR saya ditolak?

Mengingat bank juga mendapatkan keuntungan (berupa bunga) jika memberikan kredit KPR kepada nasabah yang lancar pembayarannya, seharusnya tidak ada alasan bagi bank untuk menolak pengajuan KPR.

Namun ternyata, ada beberapa hal yang membuat pengajuan kredit KPR kita ditolak oleh bank, yuk kita simak apa saja :

1. Besarnya penghasilan yang sebenarnya, jangan dilebih-lebihkan. Bank perlu memastikan apakah jumlah penghasilan yang dilaporkan oleh nasabah tidak tipu-tipu = penghasilan yang sebenarnya. Jadi jika kita ketahuan membuat slip gaji palsu, atau menjelaskan penghasilan kita besar namun palsu, maka pengajuan KPR pasti ditolak oleh pihak bank.

2. Pekerjaan dengan Penghasilan PASTI setiap bulan. Bank juga perlu mengecek pekerjaan dari nasabah yang mengajukan KPR, misal pekerjaan dengan penghasilan tidak menentu, seperti agent asuransi, broker, dll akan menjadi pertimbangan pihak bank. Karena pekerjaan ini tidak pasti penghasilannya setiap bulan. Bukan berarti pengajuan KPR dari agent asuransi dan broker pasti ditolak oleh bank lho … mohon jangan dibalik, tetapi jenis pekerjaan ini mendapat pertimbangan khusus. Saya kira wajar lah ya, jika dibalik … maukah kita meminjamkan uang kita kepada orang yang penghasilannya tidak pasti berapa per bulannya? Silahkan dijawab masing-masing hehehe …

3. Rekening Tabungan Jangan Kosong. Bisa juga pengajuan KPR nasabah ditolak, jika rekening tabungannya tidak ada. Mengapa demikian? Asumsi pertama, biasanya bank memberikan kredit dengan pembayaran angsuran maksimal 30% dari penghasilan kita tiap bulan. Seharusnya, sebelum mengajukan kredit KPR ke bank, kita memiliki kelebihan uang 30% dong … kemana larinya ya, kok tabungannya nol? Hal kedua, biasanya bank memiliki ketentuan DP rumah (down payment / uang muka) wajib dibayar oleh nasabah, dan sisanya akan dibayar oleh bank. Jika rekening tabungan kosong, berarti nasabah belum bisa melunasi DP rumahnya, dan hal ini dianggap kurang memenuhi persyaratan. Sepertinya rekening tabungan yang kosong ini menjadi pertimbangan bank untuk menolak permohonan KPR kita lho.

4. Jangan Memasang Iklan Rumah Dijual, jika Rumah akan dijadikan Jaminan KPR. Mungkin ini adalah case khusus, biasanya untuk Anda yang sudah memiliki rumah, lalu saat ini sedang memerlukan dana tunai, maka rumah tersebut bisa dijadikan jaminan KPR. Misalnya Anda ingin menjual rumah yang saat ini ditinggali, karena Anda memiliki rumah yang lain. Supaya cepat laku, tentu saja Anda akan menitipkan kepada broker rumah, atau memasang iklan rumah dijual, bukan? Berjalannya waktu … ternyata rumah tersebut belum laku, sementara Anda memerlukan dana tunai. Lalu Anda membatalkan “proses dijual” dan berubah rencana dengan menjadikan rumah tersebut sebagai jaminan KPR di bank. Jadi Anda tidak jadi menjual rumah tersebut. Nah untuk case seperti ini, jangan lupa menghapus semua “iklan rumah dijual” yang sudah dipasang, sebelum Anda mengajukan KPR. Karena bank bisa saja mengecek media sosial dan juga situs-situs rumah diual. Kemudian pihak bank bisa saja berpikir rumah Anda mau dijual, tapi tidak laku-laku, lalu Anda KPR kan, supaya bisa kabur? Ah kejam sekali si bank ini yaaa … padahal Anda tidak berniat menjualnya lho, apalagi kabur? karena dengan KPR saja sudah menjadi solusi seharusnya, dana tunai didapat, rumah masih bisa ditinggali, namun Anda masih sanggup membayar ciciclannya setiap bulannya.

Bagaimana Caranya agar Permohonan KPR disetujui oleh Bank?

Jika sudah membaca artikel ini sampai disini, maka kita seharusnya sudah mengetahui hal-hal apa saja yang dapat menjadi penyebab pengajuan KPR kita ditolak. Menghindari hal-hal tersebut semoga dapat memperlancar proses pengajuan KPR Anda.

Jika boleh dirangkum kembali, berikut ini adalah beberapa cara agar pengajauan KPR Anda dapat disetujui oleh pihak bank :

1. Pastikan 30% dari penghasilan Anda adalah sebesar angsuran KPR nya. Misal gaji bulanan Rp 9.000.000,- maka maksimal angsuran rumahnya per bulan adalah 30% x 9.000.000 = 2.700.000 atau kurang dari jumlah ini.

2. Pastikan saldo rekening tabungan Anda memiliki dana sebesar DP Rumah, sekitar 30% dari harga rumah. Misal harga rumahnya 800jt, maka di rekening tabungan minimal ada dana sebesar 30% x 800jt = Rp 240jt.

3. Pastikan Reputasi Kewajiban Pembayaran Anda, paling bagus adalah kolek 1. Setiap kita melakukan transaksi pembayaran kredit, maka kita mempunyai rapor yang akan dicatat oleh bank Indonesia (BI). Misal kita mempunyai kartu kredit, atau kita mempunyai rumah pertama dalam tahun ke-3 proses KPR, semua tanggal kita membayar angsuran akan dicatat oleh BI. Jika pembayaran kita sangat lancar, mendapatkan kolek 1 (nilai terbaik). Jika lancar = kolek 2, biasa = kolek 3, kurang lancar = kolek 4, dan terakhir tidak lancar = kolek 5. Biasanya bank akan menyetujui nasabah dengan reputasi baik saja, yaitu kolek 1 dan 2, artinya nasabah selalu membayar dengan lancar dan tepat waktu.

4. Beberapa bank hanya menyetujui developer rumah yang bekerjasama dengan pihak bank. Misal Bank XXX hanya bekerjasama dengan developer XYZ, ABC, dan PQR, jadi carilah info lebih dahulu bank mana yang bekerja sama dengan developer rumah yang mau dibeli.

5. Biasanya bank mensyaratkan slip gaji hanya berlaku untuk status karyawan tetap dengan masa kerja minimal dua tahun. Dan biasanya pihak bank lebih mempercayai karyawan yang bekerja di perusahaan yang berbadan hukum seperti PT, firma, yayasan, dll.

Demikianlah sedikit pengalaman yang bisa dibagikan untuk Anda yang berencana mengajukan KPR. Mengapa Pengajuan KPR saya ditolak? Dan Bagaimana Caranya agar Permohonan KPR disetujui oleh Bank? >>> ini adalah artikel yang saya buat berdasarkan pengalaman sendiri, Semoga bermanfaat ya.