HOME
Home » Menjadi Orang Sukses » Anak-Anak dan Keindahannya » Mengapa harus Banyak Bertanya? Dan Mengapa Ada Orang yang Tidak Suka or Tidak Mau Bertanya?

Mengapa harus Banyak Bertanya? Dan Mengapa Ada Orang yang Tidak Suka or Tidak Mau Bertanya?

Posted at October 26th, 2017 | Categorised in Menjadi Orang Sukses, Anak-Anak dan Keindahannya

Banyak orang mengatakan, anak yang suka bertanya adalah anak yang cerdas, pintar dan kritis. Lalu bagaimana dengan anak yang tidak suka bertanya? Mengapa mereka tidak mau atau tidak suka bertanya? Apakah ini artinya mereka terlahir sebagai anak yang kurang cerdas, kurang pintar dan tidak kritis? Saya yakin bukan ini jawabannya.

Mengapa Anak saya tidak suka bertanya? Atau tidak mau bertanya?

bertanya sebanyak mungkin pada gurumu atau ahlinyaMeskipun peribahasa “Malu bertanya sesat di jalan” sudah dihafal di luar kepala, ternyata ada banyak anak2 bahkan orang dewasa yang tidak suka/tidak mau bertanya kepada orang lain. Mengapa?

Ketika saya penasaran dengan pertanyaan ini, Om google pun menjadi tempat pertama saya menumpahkan penasaran ini. Dan tahu kah Anda, betapa kagetnya saya, ternyata di google bahkan tidak ada satupun artikel yang menulis tentang “Mengapa Saya Tidak Suka Bertanya?”.

Semua artikel menuliskan sebaliknya, yaitu mengapa anak suka bertanya. Yang aneh saya yang suka penasaran kali yaaa sampai-sampai nggak ada jawabannya di google hahaha …

Hanya ada satu yang memuat pertanyaan itu, yaitu Yahoo Answers. Sebuah forum Tanya jawab, dimana jika ada orang yang Tanya, boleh dijawab oleh siapa saja yang berkenan menjawab.

“Kenapa saya tidak suka bertanya?”

Pertanyaan ini mendapatkan jawaban-jawaban berikut, sudah saya rangkum di bawah ini :

1. Malas bertanya, tidak suka menggunakan otak untuk berpikir
2. Faktor genetik, punya sifat pendiam
3. Karena sudah tahu jawabannya
4. Malu, kurang percaya diri untuk bertanya
5. Nggak tau apa yang mesti ditanyakan
6. Gengsi, takut keliatan bodohnya, merasa diri paling pintar
7. Takut dijauhi orang karena terlalu bawel/terlalu banyak bertanya
8. Dan jawaban yang paling pedas adalah :
– Tidak suka menggunakan HATI untuk merasa = orang bodoh yang merasa pintar, tapi biasanya marah kalo dikatakan bodoh
– Merasa tidak butuh atau tidak percaya bahwa orang lain bisa memberi solusi yang lebih baik, lebih suka memikirkan solusinya sendiri.

Dari semua jawaban diatas, yang mana yang paling benar? Si Orang yang tidak suka bertanya lah, yang paling mengetahui jawabannya.

Dan bukan tentang jawaban benar atau salah, tetapi bukankah lebih bernilai/bermanfaat jika kita mendapatkan jawaban atau solusi dari pertanyaan2 ataupun penasaran2 kita akan sesuatu hal.

Mengapa Harus banyak Bertanya?

Pertanyaan-pertanyaan akan selalu ada dalam hidup kita. Pertanyaan itu seperti bayang-bayang. Kemana kita pergi, ia bersama kita. Pertanyaan bahkan membayangi kita ketika kita tidur, dalam bentuk mimpi.

Buktinya, sering nggak sih kita bangun pagi dan saling membawa cerita mimpi kita ke teman-teman, lalu mulai saling bertanya: “apa artinya ya, mimpi aku semalam?” bahkan beberapa orang penasaran akan jawaban dari mimpinya, lalu pergi ke dukun. Aduh jangan deh ya …

Begitulah, selama kita hidup, kita akan terus bertemu dengan persoalan. Artinya, kita akan terus bertanya tentang segala peristiwa.

Peristiwa itu ada yang kita alami secara nyata (konkrit) ataupun tidak nyata (abstrak/bayangan).

Peristiwa konkrit adalah peristiwa yang kita lihat dengan mata kepala sendiri, kita rasakan dan alami, baik sendirian maupun bersama orang lain.

Peristiwa Abstrak/bayangan/tidak nyata adalah peristiwa yang hanya kita bayangkan dalam pikiran. Contoh : Hawanya panas banget … mengapa dulu kita nggak pilih rumah di daerah Puncak atau Batu aja ya Pa? hahaha … ntar udah tinggal disana beneran betah nggak ya?

Peristiwa yang nyata (kongkrit), maupun yang hanya di pikiran (abstrak), seringkali menimbulkan banyak pertanyaan2 dan kedua peristiwa memerlukan jawaban yang harus dipikirkan.

Itulah yang membuat kita disebut makhluk yang berpikir. Artinya, manusia hidup dengan usaha keras untuk menjawab berbagai pertanyaan. Dengan menjawab itu, kehidupan menjadi lebih baik, dan dapat dijalani dengan penuh tanggung jawab, karena kita sendiri yang memecahkan persoalannya.

Sebagai contoh, bila kita bertanya tentang mengapa orang kena Penyakit Kanker? maka kita berpikir keras tentang hubungan antara makanan dan penyakit kanker itu. Kita dapat menjawabnya dengan menunjuk makanan apa saja yang dapat memicu kanker. Atau teman lain berpendapat bahwa bukan makanan saja penyebab kanker, tetapi gaya hidup penyebabnya. Teman lainnya lagi menambahkan lingkungan yang buruk dapat menjadi pemicu kanker juga. Jadi, ada banyak jawaban tentang satu pertanyaan.

Dengan kata lain, bertanya menimbulkan diskusi. Lalu muncul jawaban yang lebih lengkap. Dengan cara seperti itu ilmu pengetahuan bertumbuh. Maka, kehidupan menjadi lebih baik karena kita menemukan cara untuk mencegah kanker, misalnya. Meskipun tidak 100% penyakit kanker dapat dicegah, setidaknya dengan menerapkan pola hidup sehat, diharapkan penyakit kanker menjauh dari hidup kita semua. Amin.

It’s Just my two cents untuk Orang-Orang Yang Tidak Suka Bertanya

Tidak perlu mencari tahu jawaban mengapa Anda termasuk golongan orang yang tidak suka bertanya ataupun tidak mau bertanya, selalu bersyukurlah just the way you are …

Ada suatu waktu, dimana tidak ada seorangpun yang bisa menjawab pertanyaan Anda, bahkan Tuhan pun terasa diam membisu. Jadi selama ada Guru atau siapapun yang bisa ditanyain, dan selama masih ada waktunya, jangan ragu untuk aktif bertanya, jika Anda ingin menjadi lebih maju, sukses dan mendapatkan solusi untuk kesulitan-kesulitan dalam hidupmu.

Tidak mungkin muncul peribahasa “Malu Bertanya Sesat di Jalan” jika peribahasa ini salah. Buktikan sendiri kebenarannya Guys, dan nikmati manfaat bertanya.

malu bertanya sesat di jalanSekalipun “Silent is Golden” menjadi pilihan hidup Anda, perlu diketahui bahwa “Content is the King”. Artinya orang yang memiliki banyak informasi seperti Raja, dapat menjadi penguasa. Kok bisa? Iya bisa banget, itu Om Google contoh nyatanya.

Karena Google bisa menjadi penyedia informasi bagi umat manusia di belahan dunia manapun, maka Google menjadi Raja dalam dunia internet, dia menjadi penguasa dunia, bener kan? Jaman sekarang dunia terasa hampa tanpa Om Google #lebay … tapi beneran nggak sih … dari anak-anak sampai kakek nenek yang melek internet, sekarang jika ingin tau tentang sesuatu, hal pertama yang dilakukan adalah bertanya kepada Om Google. Termasuk saya salah satunya.

Jadi jika kita merasa kurang pengetahuan, simpan dulu “Silent is Golden” nya, namun sebaliknya jika kita sudah menjadi “Raja” seperti Om Google … sangat bijaksana dan berwibawa memiliki sikap “Silent is Golden”

Keputusan di tangan Anda … Semoga Bermanfaat.
CMIIW = Correct me if I’m Wrong